Senin, 11 November 2013

TIP untuk pemimpin di masa krisis



Berikut ini adalah tujuh pelajaran bagi para pemimpin yang dituntut untuk membawa organisasi mereka melewati sebuah krisis.

Pelajaran 1: Pemimpin harus menghadapi kenyataan. Kenyataan bermula dari orang yang bertanggung jawab. Para pemimpin perlu melihat diri mereka sendiri dalam cermin dan mengenali peran mereka dalam menciptakan berbagai masalah. Kemudian, mereka harus mengumpulkan tim dan mencapai kata sepakat tentang akar masalahnya. Pengakuan luas terhadap kenyataan merupakan langkah penting sebelum masalah dapat diselesaikan. Mencoba mencari perbaikan-perbaikan jangka pendek yang sesuai dengan gejala krisis hanya akan memastikan bahwa organisasi tersebut akan kembali pada keadaannya semula.

Untuk memahami alasan sebenarnya dari sebuah krisis, setiap orang yang berada dalam tim kepemimpinan harus bersedia menceritakan seluruh kebenarannya. Pemimpin tidak dapat menyelesaikan masalah jika mereka tidak mengakui keberadaan mereka.

Pelajaran 2: Tak peduli seburuk apa pun keadaannya, keadaan itu akan bertambah buruk. Diperhadapkan pada berbagai berita buruk, banyak pemimpin tidak dapat percaya bahwa hal-hal ternyata begitu suram. Akibatnya, mereka berusaha meyakinkan sang pembawa berita buruk bahwa hal-hal tidak seburuk itu dan reaksi yang cepat akan dapat mengusir masalah.

Hal ini mengakibatkan para pemimpin meleset dari sasaran dalam hal tindakan-tindakan korektif. Akibatnya, mereka akan mengambil serangkaian langkah, yang tidak satu pun di antaranya cukup kuat untuk memperbaiki lingkaran sasaran yang menurun. Jauh lebih baik jika para pemimpin mengantisipasi keadaan terburuk dan keluar dari keadaan tersebut. Jika mereka menyusun ulang basis biaya untuk masalah terburuk, mereka dapat menjaga organisasi tetap sehat saat perubahan haluan terjadi dan mengambil manfaat dari kesempatan yang ada.

Pelajaran 3: Bangunlah gunung uang tunai dan capailah bukit tertingginya. Pada masa-masa menyenangkan, para pemimpin lebih khawatir akan keuntungan per saham dan pertumbuhan pendapatan daripada tentang neraca mereka. Dalam sebuah krisis, uang tunai adalah raja. Lupakan tentang keuntungan per saham dan semua perhitungan pasar saham. Pertanyaannya adalah "Apakah organisasi Anda memiliki uang tunai yang cukup untuk bertahan dalam keadaan yang paling mengerikan?"

Pelajaran 4: Lepaskan dunia dari bahu Anda. Pada masa krisis, banyak pemimpin bertindak seperti Atlas, memanggul bola dunia di bahunya. Mereka menyendiri dan berpikir bahwa mereka dapat menyelesaikan masalah yang ada seorang diri. Kenyataannya, pemimpin membutuhkan bantuan anggota timnya untuk merancang solusi dan mengimplementasikannya. Hal ini berarti membawa tim Anda menuju rasa percaya diri mereka, meminta bantuan dan ide-ide mereka, serta mendapatkan komitmen mereka terhadap berbagai tindakan korektif yang menyakitkan.

Pelajaran 5: Sebelum meminta orang lain untuk berkorban, ajukan diri Anda sendiri terlebih dahulu. Jika memang harus ada sesuatu yang dikorbankan, pemimpin harus melangkah maju dan memberikan pengorbanan yang paling besar. Semua orang mengawasi apa yang akan dilakukan sang pemimpin. Apakah pemimpin akan tetap teguh pada nilai-nilai mereka? Ataukah mereka akan tunduk pada berbagai tekanan dari luar, atau menghadapi secara langsung krisis tersebut? Apakah mereka akan terbujuk dengan penghargaan-penghargaan jangka pendek ataukah mereka akan melakukan pengorbanan jangka pendek untuk memperbaiki situasi jangka panjang?

Pelajaran 6: Jangan pernah menyia-nyiakan sebuah krisis yang baik. Saat hal-hal berjalan baik, orang-orang menolak berbagai perubahan penting atau mencoba melakukan berbagai adaptasi kecil-kecilan. Sebuah krisis menyediakan suatu platform bagi pemimpin untuk menyelesaikan semua hal yang diperlukan dengan cara apa pun dan menawarkan rasa urgensi untuk mempercepat implementasi.

Pelajaran 7: Agresiflah di pasar. Ini mungkin terdengar kontraintuitif, namun sebuah krisis menawarkan kesempatan terbaik untuk mengubah permainan sesuai selera Anda, dengan berbagai produk atau layanan baru untuk mendapatkan pangsa pasar. Banyak orang melihat sebuah krisis sebagai sesuatu yang harus dilewati, sampai mereka dapat kembali ke bisnis seperti biasanya. Namun, "bisnis seperti biasanya" itu tidak pernah kembali karena pasar telah mengalami perubahan yang tidak dapat ditarik kembali. Daripada menunggu dan bereaksi terhadap berbagai perubahan yang terjadi, mengapa tidak menciptakan berbagai perubahan yang menggerakkan pasar sesuai selera Anda?

Kamis, 07 November 2013

TIP: KETERAMPILAN MEMBAGI TUGAS


Saat menghadapi timbunan pekerjaan, dan Anda berlomba dengan waktu, mungkin Anda akan mendelegasikan tugas-tugas rutin yang membosankan hanya supaya tugas-tugas itu diselesaikan dengan cepat. Akan tetapi, tidak semua tugas di meja Anda mendesak, jadi Anda harus mampu menggunakan prinsip pendelegasian dengan tepat untuk tugas-tugas tersebut. Berikut ini ada beberapa langkah untuk mendelegasikan tugas agar dapat berhasil dengan baik.

1. Meninjau Kembali Tugas yang Akan Didelegasikan dan Menyiapkan Tujuan

Menyiapkan tujuan merupakan langkah pertama dalam hampir semua keterampilan manajemen karena jika Anda tidak mengetahui ke mana Anda pergi, kesempatan Anda untuk tiba di tujuan akan sungguh terhalang. Sebuah sasaran merupakan suatu tujuan: sekali Anda mengetahuinya, Anda dapat merencanakan jalurnya, memperkirakan berapa waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke sana, mengetahui apakah alternatif lain atau jalan pintas akan menolong atau tidak, dan mengetahui apabila Anda telah mencapai akhir perjalanan.

Jadi, mulailah dengan mengidentifikasi tugas dan menyiapkan sasaran untuk tugas tersebut. Kumpulkan sekelompok tugas yang memiliki sasaran sama. Jadi, jika Anda perlu mengerjakan beberapa penelitian untuk proposal Anda, carilah seseorang untuk melakukan semua itu -- pembiayaan, tampilan data, pilihan paket, perbandingan pesaing, dan yang lainnya. Sasarannya adalah untuk menemukan data yang akan mendukung proposal Anda dan membuatnya menjadi lebih meyakinkan.

2. Tetapkan Siapa yang Akan Mendapat Delegasi Tugas

Tidak semua tugas akan cocok untuk semua orang. Jika waktu bukanlah masalah utamanya, cobalah untuk "meregangkan" orang dengan tugas yang Anda delegasikan kepada mereka. Mereka akan mengetahui bahwa itu berguna. Bahkan, tugas yang penting dapat diberikan kepada seseorang yang terampil dan memiliki kemampuan walaupun dia tidak memiliki pengalaman terhadap tugas tersebut. Dengan cara itu, Anda terus-menerus membangun pengalaman dan kemampuan tim Anda.

Demikian juga, tidak ada gunanya memberikan tugas yang tidak sesuai dengan orang yang menerima tugas itu. Itu hanya akan menyia-nyiakan bakatnya. Jika Anda ingin seseorang melakukan penelitian Anda, carilah seseorang yang cukup metodis dan memiliki kemampuan yang baik untuk berinteraksi dengan orang-orang jika mereka perlu mendapatkan informasi tentang para pesaing dari para pemasok, atau untuk membujuk seseorang yang sibuk meluangkan waktunya untuk membantu mencari data-data. Jangan mendelegasikan tugas itu kepada seseorang yang berpikiran pendek, yang baik dalam memulai segala sesuatu, namun kemudian ingin cepat-cepat memulai tugas berikutnya tanpa melihat hal itu secara mendalam.

Berpikir cerdas: Ketika Anda dikejar waktu, carilah orang yang berpengalaman.

Jika Anda sedang terburu-buru, merupakan ide yang baik untuk mendelegasikan tugas kepada seseorang yang sudah mengerti bagaimana menjalankan tugas itu dengan bantuan yang relatif sedikit dari Anda. Namun, jika Anda memiliki waktu, berusahalah untuk mencari seseorang yang akan lebih "diregangkan" dengan tugas itu, dan yang akan belajar dari tugas tersebut. Sekali Anda melatih mereka, mereka akan termotivasi dan Anda akan memiliki seseorang lain yang terampil untuk kembali mendapat tugas di waktu mendatang.

3. Tetapkan Parameter/Ukuran

Anda memberikan delegasi tugas kepada seseorang dengan sebuah sasaran. Mereka perlu tahu apa yang seharusnya mereka capai dan alasannya. Namun, mereka akan membutuhkan lebih daripada itu. Mereka akan ingin mengetahui berapa waktu yang mereka miliki, otoritas apa yang mereka miliki (misalnya, untuk mendapat masukan dari orang lain), dan sebagainya. Jadi, Anda perlu menyediakan:
- sasaran,
- batas waktu,
- standar kualitas,
- anggaran pendanaan,
- batasan otoritas, dan
- rincian berbagai sumber daya yang tersedia.

Namun, Anda tidak perlu mengatakan bagaimana cara mereka melakukan tugas tersebut. Anda hanya harus memberi tahu semua hal yang mereka butuhkan untuk memberikan hasil yang Anda inginkan -- termasuk kapan Anda menginginkan hasil itu, berapa biaya yang Anda inginkan, dsb.. Namun, tentang bagaimana cara mereka mencapainya, itu terserah mereka. Untuk kembali pada analogi sasaran sebagai tujuan, mereka bebas untuk merencanakan jalur yang ingin mereka tempuh selama mereka dapat tiba tepat waktu, menggunakan bahan bakar dalam jumlah yang dapat diterima, dan tidak menghancurkan mobilnya. Apa pun cara yang mereka gunakan, mintalah mereka menggambarkan rute yang mereka tempuh, namun jangan membuat mereka mengubahnya sesuai keinginan Anda. Jika Anda mendapati ada masalah yang belum mereka antisipasi, tunjukkan dan biarkan mereka mencari penyelesaiannya.

4. Periksalah Apakah Mereka Mengerti

Doronglah mereka untuk membicarakan tugas itu dengan Anda sehingga Anda dapat memastikan bahwa mereka sungguh-sungguh memahami apa yang diperlukan dan alasannya. Anda dapat memberikan beberapa ide selama Anda tidak mengarahkan mereka untuk mengadopsi pendekatan Anda.

5. Berikan Mereka Dukungan

Dukunglah sebisa Anda. Berikan jalan dengan meminta pimpinan departemen lain untuk ikut memberi dukungan dari timnya; katakan kepada mereka di mana dapat memperoleh informasi yang Anda ketahui namun tidak mereka ketahui; berikan akses kepada dokumen-dokumen yang membantu, biarkan mereka memiliki salinan dari rancangan proposal yang akan mereka lakukan (saya menganggap Anda menulis rancangan secara umum sebagai kelanjutannya).

Berpikir cerdas: Menggandakan

Jika tugas yang ada merupakan sebuah proyek yang besar, atau jika itu proyek kecil namun dengan waktu yang terbatas, Anda selalu dapat mendelegasikannya ke lebih dari satu orang. Biasanya, pendekatan terbaik adalah dengan menunjuk seorang pimpinan proyek. Anda juga harus memberikan pengarahan kepada setiap orang secara bersamaan sehingga mereka semua dapat mengetahui apa yang perlu dilakukan.

6. Amati Kemajuan Mereka

Jadwalkan sesi tanya jawab untuk proyek utama yang berjangka panjang. Bahkan, untuk sebuah tugas yang singkat, periksalah bagaimana itu berjalan -- sering kali, tanya jawab secara informal lebih berhasil daripada sesi formalnya. Ini memberi mereka kesempatan untuk memeriksa bersama Anda bahwa mereka berada di jalurnya, bahwa mereka tidak menghabiskan waktu pada terlalu banyak detil, atau kehilangan sudut pandang. Ini akan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam pekerjaan yang mereka lakukan, dan meyakinkan Anda kembali bahwa segala sesuatu berada pada jalurnya.

Namun, mengamati tidaklah berarti ikut campur. Perhatikan tanda-tanda ketika mereka membuat kesalahan dan tidak menyadarinya, namun jangan terlalu rewel dengan kesalahan yang berulang. Hal tersebut tidak dapat dielakkan, dan Anda sendiri mungkin juga melakukan kesalahan-kesalahan yang sama jika Anda yang melakukan tugas tersebut. Anda harus ikut campur hanya jika terjadi kesalahan serius, dan dalam kerangka untuk mengembalikan pekerjaan pada jalurnya. Mengalihkan sebuah tugas dari seseorang merupakan pelemahan motivasi yang sangat dalam dan hanya boleh dilakukan dalam situasi yang sangat ekstrem. Jika Anda mendelegasikan tugas secara benar dari awal, seharusnya itu tidak terjadi.

7. Evaluasilah Hasil Pekerjaan Mereka

Setelah tugas diselesaikan, duduklah bersama dengan anggota tim yang terlibat dan evaluasilah apa yang telah mereka jalani. Berikan pujian dan pengakuan yang diperlukan, bahkan, jika hasilnya mengecewakan pun, cobalah temukan aspek-aspek lain dari hasil yang telah mereka capai untuk dipuji. Pastikan bahwa mereka dan Anda, telah belajar beberapa hal yang Anda butuhkan dari pelaksanaan kegiatan. Dan, ingatlah bahwa puncak tanggung jawab atas sebuah kegagalan, seperti halnya keberhasilan, berada di tangan Anda.

Berpikir Cerdas: Pengawasan

Hanya karena Anda dikejar waktu, bukan berarti Anda tidak dapat mengamati kemajuan. Lagi pula, Anda tetap perlu merasa yakin bahwa tugas dikerjakan secara tepat. Jika Anda telah mendelegasikan tugas mendesak yang harus diselesaikan di akhir waktu kerja, Anda tetap dapat memunculkan diri Anda di seluruh ruangan kantor di sepanjang sore hari, untuk memastikan bahwa segala sesuatu berjalan dengan baik.

Itu semua merupakan prinsip dasar dari delegasi. Jadi sekarang, lakukanlah itu, setidaknya sejauh yang dapat Anda paksakan dari waktu yang Anda miliki saat ini. Sebelum Anda bergerak untuk menghadapi pekerjaan Anda yang lain, kerjakan dan delegasikan segala sesuatu yang benar-benar penting dan harus diselesaikan dalam waktu 24 jam.

Sekarang, singkirkan sisa pekerjaan Anda lainnya untuk didelegasikan (tetap dalam kelompok tugas berdasarkan prioritas) sehingga Anda dapat mendelegasikannya di lain waktu dan memberi waktu untuk memikirkannya secara tepat, berdasarkan prinsip-prinsip yang telah kita lihat. Nah, seharusnya ada sejumlah besar timbunan pekerjaan Anda yang dapat diselesaikan.

Jadi, jangan memandang delegasi sebagai cara untuk mengurangi beberapa pekerjaan yang tidak Anda sukai atau karena tidak memiliki waktu untuk mengerjakannya. Sebenarnya, itu merupakan kesempatan kunci untuk melatih keterampilan Anda sebagai manajer dalam membangun sebuah tim.

Berpikir Cerdas: Majulah

Jika Anda mendelegasikan pekerjaan dengan baik pada saat Anda memerlukannya untuk diselesaikan, tentukanlah batasan waktu yang dapat memberi Anda waktu ekstra untuk membangun proyek Anda sendiri selanjutnya. Sebagai contoh, Anda dapat meminta penelitian untuk proposal Anda diselesaikan dan diberikan kepada Anda sepuluh hari sebelum Anda membuat proposal itu -- memberi Anda cukup waktu untuk menggabungkannya dengan tugas Anda sendiri

Rabu, 06 November 2013

Tips mengatasi masalah kecantikan dengan makanan



Masalah kecantikan: Ramput rapuh dan menipis
Yang harus dimakan: Gandum utuh

Biji-bijian seperti beras merah dan gandum, kaya akan vitamin B esensial termasuk biotin (B7), yang dapat membantu mengurangi kerontokan dan kerapuhan rambut. Bahan-bahan tersebut juga merupakan sumber silika yang baik, yang dapat membantu mengurangi kerusakan rambut, dan seng yang merupakan nutrisi penting bagi rambut. Cobalah untuk makan berbagai biji-bijian (pilihlah yang sealami mungkin) untuk mendapatkan rambut sehat, kuat dan berkilau.

Masalah Kecantikan: Lingkaran hitam di bawah mata
Yang harus dimakan: Bayam

Ada banyak penyebab lingkaran hitam di bawah mata, antara lain faktor keturunan, kelelahan dan anemia. Namun salah satu penyebab lingkaran hitam adalah karena sirkulasi darah yang buruk. Untuk mengatasi penyebab tersebut dan megurangi bayangan di bawah mata, cobalah untuk mencukupi asupan vitamin K dan C, yang dapat membantu untuk meningkatkan sirkulasi darah dan memperkuat dinding kapiler. Sayuran hijau seperti bayam merupakan sumber nutrisi yang baik.

Masalah kecantikan: Kulit kering
Yang harus dimakan: Kacang-kacangan dan biji-bijian

Kacang-kacangan dan biji-bijian adalah sumber vitamin E yang dapat membantu kulit mempertahankan tingkat kelembapan alami dan tetap lembut dan terhidrasi. Pilihlah biji rami atau kacang walnut untuk memberikan manfaat yang maksimum terhadap kulit, karena kaya akan asam lemak Omega-3 yang dapat membantu mencegah kulit kering.

Masalah kecantikan: Gigi kuning
Yang harus dimakan: Buah dan sayuran 

Beberapa langkah paling penting untuk mendapatkan gigi putih sempurna adalah dengan menjaga standar kesehatan mulut (menyikat gigi, flossing dan secara teratur mengunjungi dokter gigi) dan menghindari  rokok dan makanan  serta minuman yang dapat menyebabkan gigi kuning. Namun, setelah makan buah-buahan dan sayuran seperti apel, seledri dan wortel juga dapat membantu untuk memutihkan gigi. Tekstur dari makanan tersebut dapat membantu  membersihkan gigi Anda setelah makan, menghilangkan bakteri dan mengangkat noda dari gigi Anda.

Masalah kecantikan: Bibir pecah-pecah
Yang harus dimakan: Yoghurt dan oatmeal

Bibir pecah-pecah dan terkelupas dapat terjadi pada kita semua kapan saja, namun jika Anda sering mengalami bibir pecah-pecah, itu bisa jadi tanda kekurangan vitamin B. Vitamin B kompleks dapat menyehatkan kulit dan menjaganya tetap sehat, jadi cobalah mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin B seperti yoghurt dan oat. Oat dan yogurt juga merupakan sumber yang baik dari seng, yang dapat membantu menyembuhkan radang tenggorokan, bibir pecah-pecah secara lebih cepat.

Masalah Kecantikan: Kantong mata
Yang harus dimakan: Avokad

Jika Anda mengalami seperti pembengkakan di bawah mata, bisa jadi Anda mengalami retensi cairan. Untungnya, hal itu bisa diatasi melalui diet dengan menyeimbangkan asupan natrium dan potasium. Cobalah kurangi asupan garam dan meningkatkan asupan makanan yang kaya akan potasium seperti avokad, yang juga kaya akan asam lemak sehat yang dapat membantu menjaga kulit agar tetap lembut dan lentur serta mengurangi peradangan.

Masalah Kecantikan: Kulit keriput
Yang harus dimakan: Minyak ikan

Untuk membantu menjaga kulit lentur dan bebas kerut, pastikan Anda memperoleh cukup asam lemak Omega-3. Asam lemak Omega-3 dapat  membantu menjaga kulit dari dalam, mencegah dehidrasi dan kekeringan, meningkatkan produksi kolagen kulit serta membantu mencegah pembentukan garis-garis halus dan kerutan. Jika Anda bukan penggemar ikan yang berminyak, sumber Omega-3 lain dapat didapatkan pada biji rami dan walnut.

Masalah Kecantikan: Jerawat
Yang harus dimakan: Bawang putih

Bawang putih tidak hanya merupakan makanan yang menyehatkan  untuk jantung, tapi juga baik untuk membantu menjaga kulit bersih dan bebas jerawat. Dengan antibiotik alami yang terkandung di dalamnya, sifat membersihkan darah, sifat meningkatkan kekebalan tubuh dan antibakteri, bawang putih dapat membantu melawan bakteri yang menyebabkan jerawat, juga dapat mengurangi pembengkakan dan peradangan.

Masalah kecantikan: Kulit pucat
Yang harus dimakan: Kerang

Jika Anda mengalami wajah atau kulit pucat, bisa jadi Anda menderita anemia, yang disebabkan oleh kekurangan zat besi atau vitamin B12. Untuk mengatasi hal tersebut, cobalah menambah asupan nutrisi dengan mengonsumsi makanan laut seperti tiram yang mengandung kadar Vitamin B12 dan zat besi yang tinggi.

Masalah Kecantikan: Kuku yang rapuh
Yang harus dimakan: Kuning telur

Penelitian telah menunjukkan bahwa menambah asupan biotin (vitamin B7) dapat membantu meningkatkan kekuatan kuku dan mengurangi kerapuhan, sedangkan penelitian juga menunjukkan bahwa kekurangan zat besi dan seng dapat menyebabkan kelainan pada kuku. Untuk memperkuat kuku, cobalah mengonsumsi kuning telur pada makanan seperti omelet dan pancake, yang kaya akan nutrisi penting. Telur juga merupakan sumber protein, yang sangat penting bagi pertumbuhan kuku yang sehat.

TIP: 10 CARA UNTUK MENJADI PEMIMPIN YANG LEBIH BAIK


Bagaimana Anda menggambarkan seorang pemimpin yang kuat? Dalam sebuah studi kepemimpinan, sifat-sifat seperti ketegasan, kemampuan beradaptasi, kecerdasan, dan kesadaran, disebut-sebut sebagai yang paling penting. "Penelitian dengan jelas menunjukkan bahwa pemimpin transformatif -- pemimpin yang positif, yang menginspirasi, dan yang memberdayakan dan mengembangkan pengikut -- adalah pemimpin yang lebih baik," jelas seorang psikolog dan pakar kepemimpinan, Ronald E. Riggio. "Mereka lebih dihargai oleh para pengikutnya dan memiliki tim yang kinerjanya lebih tinggi."

Jadi, apa yang dapat Anda lakukan untuk memiliki karakteristik ini dan menjadi pemimpin yang lebih baik? Pemimpin transformatif biasanya digambarkan sebagai orang yang antusias, bergairah, asli, dan energik. Para pemimpin tidak hanya ingin membantu kelompok mencapai tujuannya, mereka juga mau membantu setiap anggota kelompok untuk mencapai potensinya secara penuh.

Perhatikan beberapa tip berikut tentang bagaimana menjadi pemimpin yang lebih baik dan pikirkan tentang cara-cara sehingga Anda dapat menerapkan strategi ini dalam kehidupan sehari-hari Anda.

1. Pelajari Lebih Banyak tentang Gaya Kepemimpinan Anda

Memahami gaya kepemimpinan Anda saat ini sangatlah penting. Apa kekuatan Anda? Bidang-bidang apa yang membutuhkan beberapa perbaikan? Salah satu cara untuk memulai menilai keterampilan Anda adalah mengerjakan kuis gaya kepemimpinan untuk mendapatkan gambaran secara umum tentang bagaimana Anda memimpin. Setelah menyelesaikan kuis tersebut, bacalah karakteristik utama dari gaya dominan Anda. Apakah sifat ini membantu atau menghambat kepemimpinan Anda? Setelah Anda menentukan bidang yang membutuhkan beberapa pengelolaan, Anda dapat mulai mencari cara untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan Anda.

2. Mendorong Kreativitas

Stimulasi intelektual merupakan salah satu keunggulan dari kepemimpinan transformatif. Para pengikut perlu didorong untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Para pemimpin yang efektif harus memberikan tantangan baru dengan banyak dukungan untuk mencapai tujuan tersebut. Salah satu cara untuk menumbuhkan kreativitas adalah dengan memberikan tantangan kepada anggota kelompok, memastikan bahwa tujuan berada dalam jangkauan kemampuan mereka. Tujuan dari jenis latihan ini adalah untuk membuat orang meregangkan batas-batas mereka, tetapi tidak menjadi berkecil hati dengan hambatan untuk sukses.

3. Menjadi Model Peran

Pengaruh ideal merupakan satu dari empat komponen kunci kepemimpinan transformatif. Pemimpin transformatif memberikan contoh perilaku dan karakteristik sehingga mereka mendorong para pengikutnya. Mereka melakukan apa yang mereka katakan. Sebagai hasilnya, anggota kelompok mengagumi pemimpin ini dan berusaha untuk meniru perilaku ini. Jika Anda ingin menjadi pemimpin yang lebih baik, lakukan model kualitas yang ingin Anda lihat dalam anggota tim Anda.

4. Penuh Semangat

Apakah Anda menghargai seseorang yang membimbing dan memimpin jika mereka tidak benar-benar peduli dengan tujuan dari kelompok Anda? Tentu saja tidak! Pemimpin besar tidak hanya berfokus untuk membuat anggota kelompok menyelesaikan tugas; mereka memiliki semangat yang sungguh-sungguh dan antusiasme untuk proyek-proyek yang mereka kerjakan. Mulailah dengan memikirkan cara-cara yang berbeda, yang dapat mengekspresikan semangat Anda. Buatlah orang-orang tahu bahwa Anda peduli dengan kemajuan mereka. Ketika seseorang berbagi sesuatu dengan anggota kelompok lainnya, pastikan untuk memberi tahu mereka betapa Anda menghargai kontribusi tersebut.

5. Mendengarkan dan Berkomunikasi dengan Efektif

Karakteristik penting lain dari kepemimpinan transformatif mencakup adanya fokus pada melakukan komunikasi satu-satu dengan anggota kelompok. Pemimpin yang baik harus mengekspresikan perhatian yang tulus dan kepedulian terhadap anggota kelompok mereka, baik secara verbal dan nonverbal. Dengan menjaga jalur komunikasi tetap terbuka, para pemimpin ini dapat memastikan bahwa anggota kelompok merasa mampu untuk memberikan kontribusi dan menerima penghargaan atas prestasi mereka.

6. Memiliki Sikap Positif

Pemimpin transformatif memiliki sikap periang dan optimistis yang berfungsi sebagai sumber inspirasi bagi para pengikut. Jika para pemimpin terlihat putus asa atau apatis, anggota kelompok juga cenderung menjadi tidak bersemangat. Bahkan, ketika hal-hal terlihat suram dan pengikut Anda mulai merasa putus asa, cobalah untuk tetap positif. Ini bukan berarti melihat hal-hal yang indah-indah saja. Namun, ini untuk menjaga rasa optimisme dan harapan ketika menghadapi tantangan.

7. Mendorong Orang untuk Memberikan Kontribusi

Usahakan agar anggota tim Anda mengetahui bahwa Anda menerima ide-ide mereka. Pemimpin yang mendorong keterlibatan anggota kelompok sering disebut sebagai pemimpin yang demokratis atau partisipatif. Sementara mereka menahan kata akhir atas semua keputusan, mereka mendorong anggota tim mengambil peran aktif untuk menghasilkan ide-ide dan rencana. Penelitian telah menunjukkan bahwa menggunakan gaya kepemimpinan demokratis akan mengarah pada komitmen yang lebih besar, pemecahan masalah yang lebih kreatif dan produktivitas yang meningkat.

8. Memotivasi Pengikut Anda

Pemimpin transformatif juga memberikan motivasi inspiratif untuk mendorong pengikut mereka agar bertindak. Tentu saja, menjadi inspirasi tidak selalu mudah. Untungnya, Anda tidak perlu pidato motivasi untuk membangunkan anggota kelompok Anda. Beberapa ide untuk inspirasi kepemimpinan mencakup menjadi benar-benar bersemangat tentang ide-ide atau tujuan, membantu pengikut merasa dilibatkan dalam proses dan memberikan pengakuan, pujian, dan penghargaan atas prestasi orang-orang.

9. Memberikan Hadiah dan Penghargaan

Seorang pemimpin yang baik tahu bahwa memberikan penghargaan dan hadiah yang efektif adalah salah satu cara terbaik untuk membantu para pengikut merasa dihargai dan bahagia. Hal ini juga mungkin bukanlah sesuatu yang mengherankan bahwa orang-orang yang bahagia cenderung memiliki performa lebih baik di tempat kerja. Menurut peneliti Teresa Amabile dan Steven Kramer, pemimpin dapat membantu anggota kelompok merasa bahagia dengan menawarkan bantuan, menghilangkan hambatan untuk sukses, dan memberi hadiah atas usaha yang keras.

Susan M. Heathfield, memberikan beberapa tip tentang bagaimana pemimpin bisa mengungkapkan penghargaan dan memberi hadiah pada anggota tim. Beberapa strategi termasuk mendengarkan tanpa gangguan, memberikan pujian Anda secara tertulis dan secara terbuka berterima kasih kepada orang-orang atas upaya mereka.

10. Terus Mencoba Hal-Hal yang Baru

Siapa bilang kepemimpinan adalah hubungan satu arah? Ketika Anda mengusahakan untuk mengasah keterampilan kepemimpinan Anda, jangan lupa untuk melihat ke para pengikut Anda untuk mendapatkan umpan balik sebagai inspirasi. Perhatikan hal-hal yang telah efektif di masa lalu dan selalu waspada terhadap cara-cara baru untuk menginspirasi, memotivasi, dan menghargai anggota kelompok