Selasa, 23 Desember 2014
Tips Memikat HRD Lewat Resume Kerja
Resume atau Curriculum Vitae (CV) melamar kerja memang berfungsi membuat departemen HRD di calon perusahaan atau calon atasan terkesan. Resume pada dasarnya disusun untuk memuaskan dan membuat perusahaan merasa Anda adalah orang paling tepat untuk mengisi sebuah posisi dalam perusahaan.Maka itu, Anda perlu membuat sebuah CV dan resume optimistik, dan yang memudahkan HRD membaca hal penting dalam resume. Selain membuat CV dan resume terbaik, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan tentang para pembaca resume alias HRD di perusahaan.
1. Pembaca resume adalah segelintir orang yang paling cerdas dan paling skeptis. Para HRD biasanya mengetahui setengah dari yang mereka baca adalah kebohongan, melebih-lebihkan, setengah kebenaran, semantik dan sekadar trik format. Ingat, mereka membaca ratusan bahkan ribuan CV yang sama.
2. Sebagian besar pembaca resume hanya akan membaca resume secara cepat dan segera membuangnya jika mereka menemukan hal kecil yang tidak mereka sukai. Amplop atau email yang tidak disukai akan segera masuk kotak sampah. Mereka juga memilih tidak membuka file menjengkelkan, atau yang memakan waktu untuk dibuka.
3. Mereka lebih terkesan dengan resume kuat. Sebagian besar HRD mudah mengenali resume dengan kata kerja kuat. Sebab, kata kerja adalah kata tindakan. Sebagian lainnya menginginkan membaca angka-angka yang menunjukkan keseriusan Anda.
4. Tidak ada yang membaca secara rinci. Setiap HRD hanya menghabiskan waktu sekitar 20 detik atau kurang untuk tiap resume. Mereka akan mencari informasi tertentu dan akan memutuskan akan membaca lebih rinci atau tidak. Biasanya, pekerjaan dan gelar akademis menempati posisi pertama.Keterampilan tertentu dan masa kerja juga diperhitungkan. Masing-masing HRD perusahaan punya prioritas tersendiri.
5. Mereka tidak tertarik pada tujuan pribadi dan karier Anda. Yang terpenting bagi mereka, bagaimana Anda bisa membantu perusahaan memecahkan masalah dan mencapai tujuan. Kerap perusahaan tidak menyadari kekuatan unik dan potensi yang bisa Anda berikan bagi perusahaan.
Jadi, bila Anda menulis resume jaga karakteristik agar sesuai dengan yang diperlukan pembaca. Berikan apa yang dicari pembaca resume. Tekankan salah satu atau beberapa kekuatan yang diprioritaskan dari resume. Dan, pastikan untuk mengingatnya, hingga Anda bisa mempertahankan saat panggilan wawancara.
Sekilas Info
- Nomor Darurat telepon genggam:
112.
Jika anda sedang di daerah yg tdk menerima sinyal HP & perlu memanggil pertolongan, silahkan tekan 112, dan HP akan mencari otomatis network apapun yg ada utk menyambungkan nomor darurat bagi anda.
Dan yg menarik, nomor 112 dpt ditekan biarpun keypad dlm kondisi di lock.
- Kunci mobil anda ketinggalan di
dlm mobil? Anda memakai kunci remote?
Kalau kunci anda ketinggalan dlm mobil & remote cadangannya ada di rumah, anda segera telpon orang rmh dgn HP, lalu dekatkan HP anda kurang lebih 30cm dari mobil & minta org rumah utk menekan tombol pembuka pd remote cadangan yg ada dirumah.
Pd waktu menekan tombol pembuka remote, minta org rmh mendekatkan remotenya ke telepon yang dipakainya.
- Battery cadangan darurat khusus
NOKIA (I love Nokia).
Kalau baterai anda sdh sgt minim pdhal anda sedang menunggu telpon penting ato sedang butuh menelfon dlm kondisi darurat, tp karna telfon anda NOKIA... silahkan tekan *3370#, maka telpon anda otomatis restart & baterai akan bertambah 50%.
Baterai cadangan ini akan terisi waktu anda mencharge HP anda.
- Tips untuk meng-check keabsahan
mobil/motor anda (Jakarta area only).
Ketik : contoh metro B86301O (no plat mobil anda) Kirim ke 1717, nanti akan ada balasan dari kepolisian mengenai data2 kendaraan anda, tips ini jg berguna untuk mengetahui data2 mobil bekas yg hendak anda akan beli.
- Jika anda sedang terancam jiwanya
krn dirampok/ditodong seseorang utk mengeluarkan uang dari atm, maka anda
bisa minta pertolongan diam2 dgn memberikan nomor pin scara terbalik,
misal no asli pin anda 1254 input 4521 di atm maka mesin akan mengeluarkan
uang anda juga tanda bahaya ke kantor polisi tanpa diketahui pencuri
tsb.
Fasilitas ini tersedia di seluruh atm tapi hanya sedikit org yg tahu
6 KESALAHAN FRESH GRADUATE DI TEMPAT KERJA
Gelar sarjana sudah di tangan, kini saatnya bersiap
menghadapi tantangan baru di dunia kerja. Tapi hati-hati, ada 6 hal penting
yang sering diabaikan para fresh graduate selama menjalani pekerjaan
pertamanya. Apa saja?
1. Karena saya bergelar sarjana, saya tak perlu berurusan dengan hal-hal yang remeh
Ini pemikiran yang salah. Kebanyakn fresh graduate justru memulai dari bawah. Apapun gelar Anda, cara terbaik untuk mempelajari bisnis adalah dengan merangkak dari bawah, mengerjakan hal-hal kecil yang dianggap "kurang penting". Tenang saja, jika Anda mengerjakan tugas ini dengan baik, Anda pasti akan diberi tugas yang jauh lebih menantang.
2. Berpikiran sempit
Mahasiswa biasanya sangat idealis. Mereka punya opini pro atau kontra terhadap semua hal, dan memegang teguh pandangannya itu. Sedangkan di tempat kerja, kita dituntut untuk mempertimbangkan semua pilihan, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.
3. Menganggap enteng social media
Para fresh graduate biasanya tidak memikirkan dampak dari isi Facebook dan Twitter mereka terhadap pekerjaan. Bukan hanya bisa merusak imej profesional, menggunakan social media dengan kurang bijak bisa membuat Anda dipecat.
4. Menunda-nunda
Saat kuliah, jika Anda menunda mengerjakan tugas hingga mepet deadline, hanya Anda yang akan dirugikan. Sementara di tempat kerja, jika Anda menunda pekerjaan, pekerjaan orang lain pun akan ikut terganggu. Imej Anda di mata atasan pun akan rusak.
5. Tidak bergaul dengan senior
Memang lebih asyik makan siang dengan rekan-rekan kerja yang seumuran. Tapi jika ingin mendaki tangga karier dengan lebih cepat, Anda juga harus bergaul dengan para senior.
6. Lupa berterima kasih
Sekecil apapun bantuan yang diberikan oleh rekan kerja atau atasan Anda, jangan pernah lupa untuk mengucapkan terima kasih secara tulus. Jika Anda terkesan tidak peduli, mereka akan berpikir dua kali jika harus membantu Anda lagi.
1. Karena saya bergelar sarjana, saya tak perlu berurusan dengan hal-hal yang remeh
Ini pemikiran yang salah. Kebanyakn fresh graduate justru memulai dari bawah. Apapun gelar Anda, cara terbaik untuk mempelajari bisnis adalah dengan merangkak dari bawah, mengerjakan hal-hal kecil yang dianggap "kurang penting". Tenang saja, jika Anda mengerjakan tugas ini dengan baik, Anda pasti akan diberi tugas yang jauh lebih menantang.
2. Berpikiran sempit
Mahasiswa biasanya sangat idealis. Mereka punya opini pro atau kontra terhadap semua hal, dan memegang teguh pandangannya itu. Sedangkan di tempat kerja, kita dituntut untuk mempertimbangkan semua pilihan, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.
3. Menganggap enteng social media
Para fresh graduate biasanya tidak memikirkan dampak dari isi Facebook dan Twitter mereka terhadap pekerjaan. Bukan hanya bisa merusak imej profesional, menggunakan social media dengan kurang bijak bisa membuat Anda dipecat.
4. Menunda-nunda
Saat kuliah, jika Anda menunda mengerjakan tugas hingga mepet deadline, hanya Anda yang akan dirugikan. Sementara di tempat kerja, jika Anda menunda pekerjaan, pekerjaan orang lain pun akan ikut terganggu. Imej Anda di mata atasan pun akan rusak.
5. Tidak bergaul dengan senior
Memang lebih asyik makan siang dengan rekan-rekan kerja yang seumuran. Tapi jika ingin mendaki tangga karier dengan lebih cepat, Anda juga harus bergaul dengan para senior.
6. Lupa berterima kasih
Sekecil apapun bantuan yang diberikan oleh rekan kerja atau atasan Anda, jangan pernah lupa untuk mengucapkan terima kasih secara tulus. Jika Anda terkesan tidak peduli, mereka akan berpikir dua kali jika harus membantu Anda lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)