10 TIPS UNTUK SUARA YANG SEHAT
1. Banyak minum air, hindari alcohol dan kafein. Pita suara kita
bergetar dengan kecepatan tinggi, dan banyak minum membuat pita suara
tetap basah. Makanan yang memiliki kadar air yang tinggi juga baik,
seperti apel, pir, semangka, melon, anggur, dsb.
2. Lakukan istirahat berbicara beberapa kali setiap hari, terutama jika
telah dipergunakan secara ekstensif. Misalnya guru sebaiknya menghindari
atau mengurangi berbicara diantara waktu mengajar.
3. Jika anda merokok, segera berhenti. Merokok sangat meningkatkan
resiko kanker organ pernapasan. Termasuk menghirup asap dapat
menyebabkan iritasi pita suara. Selain itu rokok juga dapat memperpendek
kekuatan menghirup udara.
4. Jangan menyalahgunakan suara. Hindari berteriak, juga berbicara keras
di ruangan yang rebut. Suara serak merupakan pertanda pita suara
mengalami iritasi.
5. Biarkan otot leher dan tenggorokanmu rileks meskipun sedang menyanyi
nada tinggi atau rendah. Beberapa penyanyi mengangkat kepala ketika
menyanyikan nada tinggi dan menunduk jika menyanyi nada rendah untuk
menghindari tegangan yang berlebihan [ada otot. Jika terjadi tegangan
berlebih untuk waktu yang lama dapat menyebabkan turunnya jangkauan nada
suara.
6. Perhatikan cara berbicaramu setiap hari. Sekalipun orang yang
memiliki kebiasaan menyanyi yang baik bisa mengalami luka saat
berbicara, karena banyak penyanyi yang tidak memperhatikan cara
berbicara, apakah menyebabkan iritasi pita suara atau tidak.
7. Jangan batuk terlalu sering. Ketika kita batuk (bukan sakit batuk,
tapi aktivitas batuk), itu sama seperti melakukan tegangan pada semua
otot pernapasan dan pita suara sekaligus. Melakukan batuk terlalu sering
bisa melukai otot tersebut dan menyebabkan suara serak. Cobalah untuk
minum air untuk menghindari rasa gatal di tenggorokan. Jika batuk tidak
bisa ditahan, cobalah hubungi dokter untuk pemerikasaan lebih lanjut.
8. Ketika sakit, hemat suaramu. Jangan banyak berbicara saat anda bersuara serak karena demam atau infeksi. Perhatikan suaramu.
9. Ketika berbicara pada kelompok besar di luar gedung pertimbangkan
untuk menggunakan pengeras suara. Berbicara keras tanpa pengeras suara
bisa menyebabkan ketegangan berlebihan pada otot suara. Jadi lebih baik
pergunakan pengeras suara.
10. Lembabkan udara rumah dan ruang kerjamu. Karena kelembaban udara baik untuk suara.
PEMANASAN SUARA
1. Lakukan senam mulut dan lidah di pagi hari untuk pernafasan dan
sirkulasi udara yang lebih baik. Bisa dilakukan di kamar mandi atau saat
dalam perjalanan ke tempat kerja.
2. Lakukan humming (menyanyi dengan bibir terkatup alias bersenandung)
atau cooing (menyanyikan nada vokal A, E, I, O, U) untuk pemanasan suara
di pagi hari.
3. Jika hendak melakukan aktivitas suara yang kompleks ataupun pemanasan
teknik bernyanyi yang kompleks, lakukan pemanasan yang sederhana dulu.
4. Ulangi pemanasan beberapa kali dalam sehari untuk menghindari ketegangan otot leher, bahu, dan rahang.
1. TEKNIK PERNAPASAN (merupakan motor penggerak)
Seperti pada part1, dalam bernyanyi, pernafasan sangat penting karena
bernafas dengan baik akan sangat membantu dalam membentuk suara serta
dapat memenuhi prasering atau panjang pendeknya suatu kumpulan nada.
CARA MELATIH PERNAFASAN
Pernapasan yang buruk akan mengakibatkan produksi suara yang buruk,
teknik pernapasan yang tidak benar akan menghasilkan suara yang tidak
berkualitas. Menghirup napas yang baik untuk menyanyi adalah menggunakan
mulut dan hidung secara bersama-sama, terutama pada waktu menghirup
dengan cepat dan dalam jumlah yang banyak.
BERNAPAS YANG BAIK PADA SAAT MENYANYI
a. Jangan menggunakan cara pernapasan di mana pada waktu menghirup
udara, dada dan bahu terangkat, ini membuat leher menjadi tegang dan
mengganggu produksi suara.
b. Pada waktu bernapas, daerah sekitar lingkar perut mengembang dan pada
waktu membuang napas mengempis. Pada waktu menghembuskan napas untuk
memproduksi suara, otot-otot di sekitar pperut mengencang dan secara
konstan mendorong ke dalam (mengempis) dengan perlahan-lahan dan
terus-menerus sampai kalimat lagu habis. Hal ini disebut SUPPORT dan
SUSTAIN
c. Untuk berlatih, tarik napas dalam-dalam selama 8 ketuk -> tahan
napas saudara selama 4 ketuk -> keluarkan napas dengan berdesis dalam
8 ketukan. Lakukan latihan ini secara berulang-ulang, dang anti nada
desis ngan mengucapkan no atau na atau ni, dsb. (untuk melatih
diafragma, gunakan kata ho ho ho ho ho).
2. INTONASI
Pada bagian ini, saya akan lebih memperdalam dari pengertian intonasi yang sudah saya postingkan pada part1. Cekidoood! ^^
Intonasi adalah pembidik nada yang tepat atau menyanyikan nada dengan
tepat. Membidik nada tinggi dengan tepat. Membidik nada rendah dengan
tepat. Intinya membidik dengan tepat deh.. heheheh.. :-P untuk bisa
memiliki intonasi yang baik, kita sebaiknya berlatih dengan alat music
seperti piano atau keyboard. Bagi temen2 yang punya stemflute juga bisa
digunakan lho.. pokoknya yang berhubungan dengan music deh.. ^^, hal ini
dimaksudkan agar kita dapat membandingkan nada kita dan nada dari alat
music tersebut.. (nyocokin). Kalaupun tidak bisa, kita juga bisa merekam
suara alat music tersebut pada hp kita. Atau banyak cara lain lagi
deh.. ^^
Setelah itu kita latih ketepatan menembak nada kita tersebut, misalnya dengan menyanyikan nada-nada sbb:
o Ascending: Do Re mi Fa Sol La Si Do (dan sebaliknya)
o Ascending: Do Mi Re Fa Mi Sol Fa La Sol Si La Do Si Re Do (dan sebaliknya)
o Ascending: Do Re Mi Fa Re Mi Fa Sol Mi Fa Sol La Si Sol la Si Do (dan sebaliknya)
Dan lain sebagainya. Jika memungkinkan, naikkan terus nada dasar.
Contoh, setelah kita bernyanyi pada nada dasar C, naikkan menjadi D,
lalu menjadi E, dan seterusnya.
3. SIKAP TUBUH DAN KONDISI SAAT MENYANYI
Selain hal di atas, ada hal lain yang harus diperhatikan, yaitu sekip
tubuh dalam bernyanyi, baik dalam latihan maupun pada saat kita sedang
tampil. Mengapa sikap tubuh ini sangat penting? Karena sikap tubuh dapat
mempengaruhi sirkulasi pernapasan, di mana hal ini sangat sangat
penting dalam bernyanyi. Sikap yang benar harus di latih agar dapat
menjadi kebiasaan.
Pada saat menyanyi, tubuh harus dalam kondisi yang rileks (bukan
santai). Tubuh yang rileks dimaksudkan agar suara yang dihasilkan juga
rileks dan tidak tegang. Untuk menciptakan suasana yang rileks sebelum
bernyanyi diperlukan suatu relaksasi atau pelemasan tubuh dengan cara
pernapasan, dll.
Relaksasi perlu dilakukan pada saat latihan dan juga pada setiap sebelum
penampilan, apalagi pada saat berlomba. Mental yang tegang
mengakibatkan tubuh menjadi tegang pula, sehingga suara yang dihasilkan
tidak maksimal. Posisi tubuh dalam menyanyi harus mendapat perhatian.
Posisi yang paling baik adalah berdiri dengan membagi beban yang sama
pada dua kaki dan menempatkan kaki sedemikian rupa sehingga menjadi
seimbang, terutama agar tubuh juga dapat ikut bergerak mengekspresikan
lagu yang dinyanyikan.
Pada posisi menyanyi sambil duduk, posisi tubuh pada bagian pinggang ke
atas harus dalam kondisi yang sama dengan posisi tubuh bagian pinggang
ke atas pada saat sedang berdiri. Posisi tubuh yang gagah sangat
dibutuhkan. Ekspresi wajah pada saat menyanyi juga sangat menentukan.
Pada saat mengambil nada-nada yang tinggi perlu konsentrasi dalam
menyanyikannya, maka alis dapat dinaikkan, serta pipi seperti orang yang
sedang tersenyum dan jangan lupa untuk membuka mulut yang lebar sesuai
dengan ketentuan yang biasa dilakukan dalam menyanyi. (rahang terbuka ke
bawah, bukan ke samping & dan bila memungkinkan rahang dibuka
selebar buah apel.)
Pada saat menyanyi memang Nampak wajah akan terlihat jelek, namun suara
yang dihasilkan akan jauh lebih berkualitas dibandingkan dengan kalau
kita menyanyi hanya ingin menampilkan penampilan saja.