Saat menghadapi timbunan pekerjaan, dan Anda berlomba dengan
waktu, mungkin Anda akan mendelegasikan tugas-tugas rutin yang membosankan
hanya supaya tugas-tugas itu diselesaikan dengan cepat. Akan tetapi, tidak
semua tugas di meja Anda mendesak, jadi Anda harus mampu menggunakan prinsip
pendelegasian dengan tepat untuk tugas-tugas tersebut. Berikut ini ada beberapa
langkah untuk mendelegasikan tugas agar dapat berhasil dengan baik.
1. Meninjau Kembali Tugas
yang Akan Didelegasikan dan Menyiapkan Tujuan
Menyiapkan tujuan merupakan langkah pertama dalam hampir semua keterampilan
manajemen karena jika Anda tidak mengetahui ke mana Anda pergi, kesempatan Anda
untuk tiba di tujuan akan sungguh terhalang. Sebuah sasaran merupakan suatu
tujuan: sekali Anda mengetahuinya, Anda dapat merencanakan jalurnya, memperkirakan
berapa waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke sana, mengetahui apakah alternatif
lain atau jalan pintas akan menolong atau tidak, dan mengetahui apabila Anda
telah mencapai akhir perjalanan.
Jadi, mulailah dengan mengidentifikasi tugas dan menyiapkan sasaran untuk tugas
tersebut. Kumpulkan sekelompok tugas yang memiliki sasaran sama. Jadi, jika
Anda perlu mengerjakan beberapa penelitian untuk proposal Anda, carilah
seseorang untuk melakukan semua itu -- pembiayaan, tampilan data, pilihan
paket, perbandingan pesaing, dan yang lainnya. Sasarannya adalah untuk
menemukan data yang akan mendukung proposal Anda dan membuatnya menjadi lebih
meyakinkan.
2. Tetapkan Siapa yang Akan
Mendapat Delegasi Tugas
Tidak semua tugas akan cocok untuk semua orang. Jika waktu bukanlah
masalah utamanya, cobalah untuk "meregangkan" orang dengan tugas yang Anda delegasikan
kepada mereka. Mereka akan mengetahui bahwa itu berguna. Bahkan, tugas yang
penting dapat diberikan kepada seseorang yang terampil dan memiliki kemampuan
walaupun dia tidak memiliki pengalaman terhadap tugas tersebut. Dengan cara
itu, Anda terus-menerus membangun pengalaman dan kemampuan tim Anda.
Demikian juga, tidak ada gunanya memberikan tugas yang tidak sesuai dengan
orang yang menerima tugas itu. Itu hanya akan menyia-nyiakan bakatnya. Jika
Anda ingin seseorang melakukan penelitian Anda, carilah seseorang yang cukup
metodis dan memiliki kemampuan yang baik untuk berinteraksi dengan orang-orang
jika mereka perlu mendapatkan informasi tentang para pesaing dari para pemasok,
atau untuk membujuk seseorang yang sibuk meluangkan waktunya untuk membantu
mencari data-data. Jangan mendelegasikan tugas itu kepada seseorang yang
berpikiran pendek, yang baik dalam memulai segala sesuatu, namun kemudian ingin
cepat-cepat memulai tugas berikutnya tanpa melihat hal itu secara mendalam.
Berpikir cerdas: Ketika Anda
dikejar waktu, carilah orang yang berpengalaman.
Jika Anda sedang terburu-buru, merupakan ide yang baik untuk
mendelegasikan tugas kepada seseorang yang sudah mengerti bagaimana menjalankan
tugas itu dengan bantuan yang relatif sedikit dari Anda. Namun, jika Anda
memiliki waktu, berusahalah untuk mencari seseorang yang akan lebih
"diregangkan" dengan tugas itu, dan yang akan belajar dari tugas
tersebut. Sekali Anda melatih mereka, mereka akan termotivasi dan Anda akan
memiliki seseorang lain yang terampil untuk kembali mendapat tugas di waktu
mendatang.
3. Tetapkan Parameter/Ukuran
Anda memberikan delegasi tugas kepada seseorang dengan sebuah sasaran.
Mereka perlu tahu apa yang seharusnya mereka capai dan alasannya. Namun, mereka
akan membutuhkan lebih daripada itu. Mereka akan ingin mengetahui berapa waktu
yang mereka miliki, otoritas apa yang mereka miliki (misalnya, untuk mendapat
masukan dari orang lain), dan sebagainya. Jadi, Anda perlu menyediakan:
- sasaran,
- batas waktu,
- standar kualitas,
- anggaran pendanaan,
- batasan otoritas, dan
- rincian berbagai sumber daya yang tersedia.
Namun, Anda tidak perlu mengatakan bagaimana cara mereka melakukan tugas tersebut.
Anda hanya harus memberi tahu semua hal yang mereka butuhkan untuk memberikan
hasil yang Anda inginkan -- termasuk kapan Anda menginginkan hasil itu, berapa
biaya yang Anda inginkan, dsb.. Namun, tentang bagaimana cara mereka
mencapainya, itu terserah mereka. Untuk kembali pada analogi sasaran sebagai
tujuan, mereka bebas untuk merencanakan jalur yang ingin mereka tempuh selama
mereka dapat tiba tepat waktu, menggunakan bahan bakar dalam jumlah yang dapat
diterima, dan tidak menghancurkan mobilnya. Apa pun cara yang mereka gunakan,
mintalah mereka menggambarkan rute yang mereka tempuh, namun jangan membuat
mereka mengubahnya sesuai keinginan Anda. Jika Anda mendapati ada masalah yang
belum mereka antisipasi, tunjukkan dan biarkan mereka mencari penyelesaiannya.
4. Periksalah Apakah Mereka
Mengerti
Doronglah mereka untuk membicarakan tugas itu dengan Anda sehingga Anda
dapat memastikan bahwa mereka sungguh-sungguh memahami apa yang diperlukan dan
alasannya. Anda dapat memberikan beberapa ide selama Anda tidak mengarahkan
mereka untuk mengadopsi pendekatan Anda.
5. Berikan Mereka Dukungan
Dukunglah sebisa Anda. Berikan jalan dengan meminta pimpinan departemen lain
untuk ikut memberi dukungan dari timnya; katakan kepada mereka di mana dapat
memperoleh informasi yang Anda ketahui namun tidak mereka ketahui; berikan
akses kepada dokumen-dokumen yang membantu, biarkan mereka memiliki salinan
dari rancangan proposal yang akan mereka lakukan (saya menganggap Anda menulis
rancangan secara umum sebagai kelanjutannya).
Berpikir cerdas:
Menggandakan
Jika tugas yang ada merupakan sebuah proyek yang besar, atau jika itu
proyek kecil namun dengan waktu yang terbatas, Anda selalu dapat
mendelegasikannya ke lebih dari satu orang. Biasanya, pendekatan terbaik adalah
dengan menunjuk seorang pimpinan proyek. Anda juga harus memberikan pengarahan
kepada setiap orang secara bersamaan sehingga mereka semua dapat mengetahui apa
yang perlu dilakukan.
6. Amati Kemajuan Mereka
Jadwalkan sesi tanya jawab untuk proyek utama yang berjangka panjang. Bahkan,
untuk sebuah tugas yang singkat, periksalah bagaimana itu berjalan -- sering
kali, tanya jawab secara informal lebih berhasil daripada sesi formalnya. Ini
memberi mereka kesempatan untuk memeriksa bersama Anda bahwa mereka berada di
jalurnya, bahwa mereka tidak menghabiskan waktu pada terlalu banyak detil, atau
kehilangan sudut pandang. Ini akan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam
pekerjaan yang mereka lakukan, dan meyakinkan Anda kembali bahwa segala sesuatu
berada pada jalurnya.
Namun, mengamati tidaklah
berarti ikut campur. Perhatikan tanda-tanda ketika mereka membuat
kesalahan dan tidak menyadarinya, namun jangan terlalu rewel dengan kesalahan
yang berulang. Hal tersebut tidak dapat dielakkan, dan Anda sendiri mungkin
juga melakukan kesalahan-kesalahan yang sama jika Anda yang melakukan tugas
tersebut. Anda harus ikut campur hanya jika terjadi kesalahan serius, dan dalam
kerangka untuk mengembalikan pekerjaan pada jalurnya. Mengalihkan sebuah tugas
dari seseorang merupakan pelemahan motivasi yang sangat dalam dan hanya boleh
dilakukan dalam situasi yang sangat ekstrem. Jika Anda mendelegasikan tugas
secara benar dari awal, seharusnya itu tidak terjadi.
7. Evaluasilah Hasil
Pekerjaan Mereka
Setelah tugas diselesaikan, duduklah bersama dengan anggota tim yang terlibat
dan evaluasilah apa yang telah mereka jalani. Berikan pujian dan pengakuan yang
diperlukan, bahkan, jika hasilnya mengecewakan pun, cobalah temukan aspek-aspek
lain dari hasil yang telah mereka capai untuk dipuji. Pastikan bahwa mereka dan
Anda, telah belajar beberapa hal yang Anda butuhkan dari pelaksanaan kegiatan.
Dan, ingatlah bahwa puncak tanggung jawab atas sebuah kegagalan, seperti halnya
keberhasilan, berada di tangan Anda.
Berpikir Cerdas: Pengawasan
Hanya karena Anda dikejar waktu, bukan berarti Anda tidak dapat
mengamati kemajuan. Lagi pula, Anda tetap perlu merasa yakin bahwa tugas
dikerjakan secara tepat. Jika Anda telah mendelegasikan tugas mendesak yang
harus diselesaikan di akhir waktu kerja, Anda tetap dapat memunculkan diri Anda
di seluruh ruangan kantor di sepanjang sore hari, untuk memastikan bahwa segala
sesuatu berjalan dengan baik.
Itu semua merupakan prinsip dasar dari delegasi. Jadi sekarang, lakukanlah itu,
setidaknya sejauh yang dapat Anda paksakan dari waktu yang Anda miliki saat
ini. Sebelum Anda bergerak untuk menghadapi pekerjaan Anda yang lain, kerjakan
dan delegasikan segala sesuatu yang benar-benar penting dan harus diselesaikan
dalam waktu 24 jam.
Sekarang, singkirkan sisa pekerjaan Anda lainnya untuk didelegasikan (tetap
dalam kelompok tugas berdasarkan prioritas) sehingga Anda dapat
mendelegasikannya di lain waktu dan memberi waktu untuk memikirkannya secara
tepat, berdasarkan prinsip-prinsip yang telah kita lihat. Nah, seharusnya ada
sejumlah besar timbunan pekerjaan Anda yang dapat diselesaikan.
Jadi, jangan memandang delegasi sebagai cara untuk mengurangi beberapa
pekerjaan yang tidak Anda sukai atau karena tidak memiliki waktu untuk
mengerjakannya. Sebenarnya, itu merupakan kesempatan kunci untuk melatih
keterampilan Anda sebagai manajer dalam membangun sebuah tim.
Berpikir Cerdas: Majulah
Jika Anda mendelegasikan pekerjaan dengan baik pada saat Anda
memerlukannya untuk diselesaikan, tentukanlah batasan waktu yang dapat memberi
Anda waktu ekstra untuk membangun proyek Anda sendiri selanjutnya. Sebagai
contoh, Anda dapat meminta penelitian untuk proposal Anda diselesaikan dan
diberikan kepada Anda sepuluh hari sebelum Anda membuat proposal itu -- memberi
Anda cukup waktu untuk menggabungkannya dengan tugas Anda sendiri. (t/Okti)
buku: Work Overload
Judul asli artikel: Delegation Skills
Kebanyakan orang tidak pergi
meninggalkan organisasi, mereka pergi meninggalkan pemimpinnya. (Marcus
Buckingham)