Jumat, 15 Agustus 2014

Bingung memilih pasangan ?


Salah memilih pasangan atau pendamping hanya akan menimbulkan luka mendalam di hati Anda. Karena itu, sebelum jatuh cinta, ada beberapa hal yang harus Anda siapkan.

Memilih pasangan juga butuh trik. Fatal akibatnya jika Anda jatuh cinta pada orang yang salah. Ketimbang melakukan kesalahan, lebih baik ikuti beberapa tips berikut ini.

1. Ketahui niat anda
Sebelum mulai menilai orang lain, yang harus dilakukan adalah mengetahui niat Anda menjalin hubungan. Jika alasannya Anda dan si dia saling menyayangi, silakan teruskan. Namun jika Anda hanya mencari pelampiasan atas rasa sakit hati akibat hubungan sebelumnya, atau putus asa karena sahabat Anda yang lain telah memiliki pasangan, sebaiknya pikir-pikir lagi. Sebuah hubungan yang dimulai dengan niat tidak serius atau tidak baik, biasanya tak akan berakhir dengan baik.

2. Naikkan standar
Jangan mudah terlena dengan penampilan dan kata-kata manis. Tak ada salahnya untuk menaikkan standar Anda dalam mencari pasangan. Hal ini bukan berarti Anda sombong atau jual mahal. Tak ada salahnya mencari pasangan yang paling baik bagi diri Anda, bukan?

3. Berbagi cerita
Tak ada salahnya untuk berbagi cerita cinta Anda dengan saudara atau sahabat. Dengarkanlah pendapat mereka mengenai pilihan Anda. Penilaian objektif dari mereka akan membantu Anda melihat sisi sebenarnya dari pasangan.

4. Buat daftar keburukan dan kelebihan
Jika semua hal di atas sudah dilakukan namun perasaan Anda tak juga bisa diyakinkan, kini saatnya membuat daftar keburukan dan kelebihan. Coba lihat daftar mana yang lebih panjang. Jika keburukan lebih banyak dari kelebihan, maka tak perlu lagi meneruskan hubungan.
Sebaliknya, jika kebaikan lebih banyak dari kekurangan, pertahankan si dia

Terapi anak autis



Terapi Biomedik
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa gangguan metabolism dalam tubuh dapat berpengaruh terhadap susunan saraf pusat, sehingga dapat mengganggu fungsi otak. Gangguan tsb dapat menyebabkan munculnya autisme.
Gangguan tsb disebabkan adanya alergi terhadap makanan, gangguan pencernaan, peradangan dinding usus, adanya exomorphin dalam tubuh, dan keracunan logam berat.
Yg dimaksud terapi biomedik adalah mencari semua gangguan tsb & bila ditemukan harus diperbaiki. Dgn demikian diharapkan fungsi susunan saraf pusat dapat bekerja dgn lebih baik shg gejala-gejala autisme berkurang / bahkan menghilang.
Pemeriksaan dilakukan di lab, dgn pemeriksaan darah, urin, rambut dan feses, termasuk jg pemeriksaan colonoscopy, bila ada indikasi.
Terapi makanan
Secara umum, pemberian makanan thdp penyandang autis dapat diatur sbb:
Berikan makanan seimbang utk menjamin agar tubuh memperoleh semua zat gizi yg dibutuhkan utk keperluan pertumbuhan, perbaikan sel-sel yg rusak & kegiatan sehari-hari.
Gula sebaiknya dihindari, khususnya bagi yg hiperaktif & ada infeksi jamur. Fruktosa dapat digunakan sbg pengganti gula krn penyerapan fruktosa lebih lambat dibandingkan gula.
Minyak utk masak sebaiknya menggunakan minyak sayur, minyak jagung, minyak biji bunga matahari, minyak kacang tanah, minyak kedelai / minyak olive.
Cukup mengkonsumsi serat, khususnya serat yg berasal dari sayuran & buah-buahan segar. Konsumsi sayur & buah 3-5 porsi sehari.
Pilih makanan yang tidak menggunakan food additive (zat penambah rasa, zat pengawet, zat pewarna)
Bila keseimbangan zat gizi tidak dapat dipenuhi, pertimbangkan pemberian suplemen vitamin dari mineral  (vit B6, vit C, seng, dan magnesium)
Membaca label makanan utk mengetahui komposisi makanan secara lengkap & tanggal kadaluarsa.
Berikan makanan yg cukup bervariasi. Bila makanan monoton, maka anak akan bosan.
Hindari junk food spt yg saat ini banyak dijual, ganti dgn buah & sayuran segar.


Terapi perilaku
Melalui terapi perilaku diusahakan agar terjadi perubahan pada anak autis dalam arti perilaku yg berlebihan dikurangi & perilaku yg berkekurangan (belum ada) ditambahkan.
Dalam terapi perilaku, focus penanganan terletak pada pemberian reinforcement positif setiap x anak respon benar sesuai instruksi yg diberikan.
Tidak ada hukuman (punishment) dalam terapi ini, akan tetapi bila anak memberikan respon negative (salah /tidak tepat) atau tidak memberikan respon sama sekali maka ia tidak mendapatkan reinforcement positif yg ia sukai tsb.
Perlakuan ini diharapkan meningkatkan kemungkinan anak utk merespon positif & mengurangi kemungkinan ia merespon negative (atau tdk merespon) thdp instruksi yg diberikan.
Tujuan penanganan ini terutama adalah utk meningkatkan pemahaman & kepatuhan anak terhadap aturan.
Terapi ini umumnya mendapatkan hasil yg signifikan bila dilakukan secara intensif, teratur & konsisten pada usia dini.

Terapi wicara
Kesulitan berkomunikasi /gangguan pada berbahasa & berbicara dapat diatasi dgn terapi wicara yg dilakukan oleh seorang terapis. Peran khusus dari terapi wicara adalah mengajarkan suatu cara berkomunikasi baik dalam hal bicara maupun penggunaan alat bantu. Melalui terapi wicara diharapkan seorang penyandang autis akan memiliki kemampuan utk dapat berkomunikasi secara verbal yg baik & fungsional.
Sementara penggunaan alat bantu dpt dilakukan melalui gambar /symbol /bahasa isyarat. Terapi wicara dpt dilakukan dir s, sekolah biasa, slb, klinik rehabilitasi, praktek perorangan /home visit.

Agar dapat memberikan layanan pendidikan secara optimal terhadap penyandang autis, kita perlu mengetahui terlebih dahulu berbagai cara yg dpt dilakukan dalam pemberian layanan tsb :
Menyelami emosi anak
Emosi memberikan kontribusi yg cukup signifikan dalam menjalin hubungan antara guru & anak baik dalam hub scra formal /hub yg bersifat pribadi. Bila kualitas baik, guru akan mudah mengenali apa yg dirasakan anak, apa saja kesukaannya, dan situasi apa yg membuatnya tidak bisa konsentrasi /malah meledak kemarahannya. Dgn menyelami emosi anak, guru bisa menangkap apakah expresi negative yg ditunjukan siswa tsb merupakan akibat dari lingkungan, misalnya sikap guru /teman /krn lebih krn adanya gangguan organis. Apabila guru telah mengetahui penyebabnya, guru tinggal merespon dgn benar.
Tindakan berikutnya memberikan bimbingan kepada anak autis agar mampu mengontrol & memahami emosinya. Cara yg dpt dilakukan :
1.       Di saat sedang tertawa, dekati dan katakana: “ oh, kamu sedang senang ya?”
2.       Pada saat ia menangis, dekati & katakana: “kamu sedang sedih ya?”
3.       Perlihatkan foto dgn berbagai ekspresi.
Nah jika ada diantara siswa anda yg menyandang autis, cara tsb bisa dicoba.

Memberikan stimulasi terus menerus.
Intervensi utk anak autis berupa stimulasi agar anak menunjukan respon. Bbrp hal yg harus diperhatikan dalam pemberian stimulasi :
Jgn biarkan anak tenggelam dalam dunianya sendiri
Macam-macam pemberian stimulasi
Utk mencegah agar anak tidak terbiasa /mengulang-ulang suatu perbuatan tertentu, perlu ada usaha utk mengalihkan perhatian dgn cara memberikan rangsangan” dng kegiatan lain.
Stimulasi dpt diberikan dalam berbagai bentuk, spt menyanyi, bertepuk tangan & menirukan berbagai macam gerak.

Melatih instink sosial
Anak autis akan mengalami gangguan dalam interaksi sosial, shg kita tdk dapat menuntut kemampuan utk dapat memahami org lain /membaca situasi sosial.
Namun ada bbrp hal yg dapat kita lakukan utk mengembangkan instink sosial anak autis :
1.       Segera beri pujian jika ada interaksi sosial terjadi
2.       Ajak anak utk mengikuti kegiatan bersama
3.       Ajak bicara dng suara lembut walau tak ada respon
4.       Berikan jadwal kegiatan yg pasti.