Kamis, 24 Juli 2014
Sifat-Sifat Kepemimpinan
Kita tidak bisa berkompromi ketika berbicara tentang sifat-sifat kepemimpinan. Sebab, sifat-sifat ini sangat penting untuk mengembangkan kepemimpinan dan karakter yang andal. Ciri-ciri kepemimpinan berikut ini tidak hanya membantu kita agar tetap menjadi orang Kristen yang kuat, tetapi juga memungkinkan kita untuk menjadi pemimpin yang andal:
1. Tekun: Kemampuan untuk bertahan dalam keadaan yang sulit dan dengan orang-orang yang sulit adalah kunci menuju kepemimpinan yang kuat. Setiap hari kita menghadapi godaan untuk menyerah, akan tetapi rencana Allah bagi kita adalah rancangan damai sejahtera (Yeremia 29:11). Karena itu, kita memiliki alasan yang kuat untuk yakin bahwa Ia akan memberi kita keberanian untuk terus maju.
2. Bertanggung jawab: Seorang pemimpin yang andal tidak takut untuk mengambil tanggung jawab, bahkan ketika keadaan menjadi sulit atau berjalan serba salah. Seseorang yang bertanggung jawab tidak akan menyalahkan orang lain hanya karena dia memiliki otoritas untuk melakukannya. Ia bersedia menanggung kesalahan itu dan kemudian melihat apa yang akan dilakukan Allah. Bahkan, di kalangan Kristen, kita sering mendefinisikan tanggung jawab (responsibility) sebagai tanggapan kita terhadap kuasa Allah (response to God’s ability).
3. Rendah hati: Kita menunjukkan kerendahan hati yang sejati ketika kita memiliki sesuatu (berwujud atau tidak berwujud) dan dengan sukarela menyerahkannya. Ini tidak selalu mudah bagi orang-orang dalam posisi kepemimpinan. Kita juga menunjukkan kerendahan hati dengan tidak memuji diri sendiri meskipun kita layak mendapatkannya (Amsal 27:2), dengan menjadi pelayan bagi semua orang (Matius 20:26), dengan tidak memilih tempat terhormat (Lukas 14:10), dengan membiarkan Allah membela Anda (Lukas 12:11), dan dengan ketundukan kepada orang yang lebih tua (1 Petrus 5:5,6). Tidak ada yang menyukai seorang pemimpin angkuh. Sebaliknya, semua orang menghormati pemimpin yang rendah hati.
4. Percaya diri: Sebagai orang percaya di dalam Kristus, kita memiliki kepercayaan diri yang diberikan Tuhan, yang memungkinkan kita untuk melaksanakan tugas yang paling sulit sekalipun. Filipi 4:13 meyakinkan kita bahwa kita bisa melakukan segala sesuatu di dalam Kristus yang memberi kita kekuatan. Pemimpin Kristen yang andal memiliki kepercayaan diri yang sehat, tidak egois, dan berpusat pada Allah.
5. Jujur: Tidak ada yang mencemarkan nama seorang pemimpin dengan lebih cepat selain ketidakjujuran. Kebenaran dan rasa takut pada manusia tidak bisa hidup berdampingan. Untuk menjadi seorang pemimpin yang andal dan dapat dipercaya, seseorang harus bersikap jujur setiap saat dan dalam segala hal. Kita menunjukkan kejujuran melalui perbuatan dan juga kata-kata. Seseorang berkata, "Kebenaran tidak perlu berteriak; kebenaran berbicara atas nama dirinya sendiri."
6. Sabar: Seperti apakah pemimpin yang sabar itu? Kesabaran menunjukkan toleransi dan kasih karunia kepada orang lain. Selain itu, sabar berarti menerima situasi yang sulit tanpa bereaksi negatif. Kesabaran menolak untuk mengajukan tuntutan atau membuat syarat yang meletakkan orang lain pada tingkat yang tidak realistis. Kesabaran itu menantikan Tuhan.
7. Berintegritas: Seorang pemimpin yang andal harus memiliki tingkat integritas yang tinggi. Integritas adalah ketaatan kepada nilai-nilai kode moral yang mencakup kehormatan, kebenaran, dan dapat dipercaya. Integritas memungkinkan seseorang untuk menepati janji dan melakukan yang terbaik, bahkan ketika tidak ada yang melihat.
8. Setia: Seorang pemimpin yang setia tidak akan terhempas oleh gelombang kehidupan, tetapi akan tetap teguh pada panggilannya. Rumput tetangga tidak selalu lebih hijau, pemimpin yang setia tetap berkomitmen kepada hal-hal yang telah Allah tetapkan saat memanggil mereka untuk melayani, bahkan dalam masa-masa yang sulit.
9. Berhati hamba: Pemimpin yang berhati hamba berarti menjalankan kepemimpinan ilahi seperti yang dilakukan Kristus: ia memengaruhi, melengkapi, dan memberdayakan orang-orang yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan dan rencana Allah. Pemimpin berhati hamba tidak melihat tugas apa pun sebagai tugas yang hina dan bersedia untuk bekerja lebih keras agar menjadi sebuah teladan yang nyata bagi orang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya. Robert Greenleaf berkata, "Para pemimpin yang baik harus terlebih dahulu menjadi hamba yang baik."
10. Bersikap hormat: Seorang pemimpin yang dapat dipercaya dan diikuti adalah seseorang yang menghormati orang lain. Para pemimpin ini melihat posisi mereka dan posisi orang lain sebagai karunia dari Allah. Karena itu, ia memperlakukan mereka dengan rasa hormat dan menghargai. Seorang pemimpin yang andal tidak akan memperlakukan orang lain dengan tidak hormat, baik di depan umum atau secara pribadi.
11. Mampu mengendalikan diri: Pemimpin yang kuat mampu menahan diri dan mendisiplin perilaku mereka. Mereka selalu sadar bahwa posisi mereka sebagai pemimpin menuntut mereka untuk memberikan contoh yang baik untuk diikuti orang lain.
12. Penuh kasih sayang: "Laksanakanlah hukum yang benar dan tunjukkanlah kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing!" (Zakharia 7:9) Pemimpin yang kuat tidak buta terhadap kebutuhan orang lain. Sebaliknya, mereka akan mengalahkan keinginan mereka sendiri untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Kasih sayang yang ditunjukkan oleh orang-orang dalam posisi kepemimpinan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama.
13. Saleh: "Ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang." (1 Timotius 4:8) Pemimpin yang baik tahu bahwa penampilan luar tidak begitu penting ataupun abadi; akan tetapi, apa yang ada di dalam batin merekalah yang paling penting. Hidup kudus lebih penting bagi mereka daripada posisi yang mereka pegang.
14. Berani: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu. Jangan takut dan jangan gemetar karena mereka." (Ulangan 31:6) Pemimpin yang kurang berani akan memerintah menuruti mayoritas dan mengikuti ke mana angin bertiup, namun pemimpin yang memiliki keberanian, tidak akan mundur.
Abraham Lincoln berkata, "Hampir semua orang bisa menghadapi kesengsaraan, tetapi jika Anda ingin menguji karakter seseorang, berilah dia kekuasaan." Entah kita adalah pemimpin dari banyak atau satu orang, orang dewasa atau anak-anak, sifat-sifat karakter ini penting untuk memastikan kita dapat dipercaya dan andal. Tidak pernah sebelumnya pemimpin seperti ini begitu diinginkan dan dibutuhkan. Marilah kita berusaha untuk menjadi pemimpin seperti itu. Karena, jika kita tidak memimpin, orang lainlah yang akan melakukannya. (t/Jing Jing)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar